Header Ads

Loading...

TUHAN DAN POLITIK INDONESIA

Loading...
Loading...

Sejak 2014 dimana Jokowi memenangi pilpres dan memasuki tahun ke 4 menjalankan amanah besar itu, rakyat Indonesia dibingungkan dgn makin maraknya mulut kasar dan hati terbakar dari orang2 berakal dangkal. Otak kita diajak main olang aling, jungkir balik diminta menerima keburukan utk menabrak kebaikan, menolak keadilan menumbuhkan kebrutalan, memecah kebersamaan mengagungkan keseragaman, pikiran sungsang ini ditumbuh kembangkan seperti ternak ayam, mereka mau mengambil telurnya ditengah tai ayam.



Keberutalan dan cara menjijikkan dikemas dalam balutan agama, orang2 bersorban berteriak memekakkan telinga seolah merekalah pemilik kebenaran mutlak, yg lain dimarjinalkan bak kucing kurap dipinggir jalan, namun dalam kasat mata mereka lebih hina dari anjing kurap sekalipun.

Orang2 jahat melakukan kejahatan tanpa Tuhan, krn begitu transendennya sang Maha penyebab itu dimata mereka, menyebut namaNya saja mereka malu krn masih berkubang dalam pekerjaan yg dilarang Tuhan, sampai kelak mereka tersungkur sujud dalam pertaubatan yg dalam, tobat nasuha. Sebaliknya manusia2 kosong tanpa isi kepala berpenampilan meminjam cara pakaian yg bukan miliknya, seolah dgn pakaian itu sdh menjamin masuk surga walau mulut terus menganga memaki2 siapa saja yg tidak sama dgn mereka, bergerombol menyebut nama Tuhan sekaligus mempermalukan Tuhan, sumber kebenaran mutlak itu dijadikan keset politik tanpa akhlak yg sangat minim sekalipun.

Pada bulan2 ini Tuhan disibukkan keluar masuknya doa, isinya minta dimenangkan dlm pilkada. Tuhan terdiam memandang isi doanya, dikabulkan akan berpotensi dikhianati, tak dikabulkan menyalahi kasih sayangNya, terus harus bagaimana?, biarkan Tuhan yg memutuskannya.

Dalam kurun waktu belakangan ini suara riuh terdengar dilangit ke 7, mungkin Indonesialah wilayah yg dipadati umat manusia paling banyak gaya khususnya salah gaya dalam beragama, dipelajari kulitnya, dilupakan isinya, menyebut2 namaNya sekaligus dijadikan alat praga seolah dekat denganNya tak taunya dialah pengkhianat paling bejad kpd Tuhannya, dia ajak Tuhan main petak umpet sesuai kelakuan dan kepentingannya. Mereka kaya gaya, miskin rasa.

Ah..semoga Tuhan berbaik hati agar orang2 salah mengerti ttg bakti dan makna berbudi masih bisa kembali kpd yg hakiki agar Indonesia bisa lbh bermakna sbg sebuah negara bukan cuma tempat utk menjadi kaya tapi miskin budi pekerti. Semoga agama kembali berfungsi sebagaimana mestinya dan kelak mereka bs membedakan antara jalan ke surga dan neraka, karena salah pikiran bs salah jalan.

# Terima kasih Tuhan telah memberi kami Indonesia.

Dewa Aruna
Loading...

No comments